Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Agustus 2016

First Drive: Toyota Fortuner VRZ 2.4 A/T 4x2

First Drive: Toyota Fortuner VRZ 2.4 A/T 4x2

akarta: Usai diluncurkan secara resmi, PT Toyota Astra Motor (TAM) juga memberikan kesempatan kepada para awak media untuk dapat mencicipi langsung bagaimana pengendaraan All-new Toyota Fortuner terbaru ini. Ada tiga varian yang disediakan untuk dicoba, namun kami memilih untuk menjajal varian Fortuner VRZ 2.4 A/T 4x2 yang kami prediksikan akan menjadi varian terlaris di segmen ini.
Desain Tangguh Saat pertama kali selubungnya dibuka, Fortuner baru sudah menunjukan kemewahannya dengan tampilan fascia yang menyegarkan. Meski grill-nya mengingatkan saya pada salah satu SUV lansiran Jerman yang telah lebih dulu hadir beberapa tahun lal, namun hal ini tetap memberikan nilai kebaruan yang kental pada Fortuner. Jika dibandingkan saat melihat sosok “unik” All-new Mitsubishi Pajero Sport secara langsung dua hari lalu, mobil ini tampak sekali memiliki desain yang “aman”. Ya, Toyota memang paling ahli dalam mendesain mobil yang dapat menjadi selera setiap orang, bukan sesuatu yang istimewa, tapi semua orang menyukainya.
FD_Fortuner2
Grill dan bumper yang menyatu memberi kesan berotot, sementara lampu utama yang sipit menyuguhkan teknologi yang pertama kali digunakan di kelasnya yaitu Bi-LED. Teknologi ini memungkinkan Fortuner memiliki lampu jauh dan lampu dekat dalam satu proyektor lampu berteknologi LED. Kehadiran Daytime Running Lights (DRL) juga menjadikan mobil ini tampil layaknya sebuah mobil premium.
Dari samping, garis bahu di bagian belakang bodi dibuat mengkurva memberikan kesan mengalir sehingga tampil lebih dinamis. Kaca jendela samping belakang yang menyambung dengan kaca belakang menghasilkan kesan atap yang mengambang. Di bagian atas terdapat antena sirip hiu serta hadirnya roof rail. Kesan tangguhnya juga diberikan oleh penggunaan velg berukuran 18 inci berbalut ban 265/60 R18.
Yang cukup mengesankan, adalah tersedianya pintu bagasi belakang dengan fitur power gate. Hal yang tak dimiliki sang rival, Pajero Sport ini patut diacungi jempol, karena memberikan kemudahan untuk membuka-tutup pintu bagasinya yang berukuran masif. Sekali lagi, tampilan bagian belakang Fortuner juga cukup tradisional, tak beresiko menghasilkan impresi awal negatif serta menjadi selera setiap orang, dengan daya pikat utama teknologi LED pada lampu belakangnya.
FD_Fortuner5
Kabin yang Mewah Tampilan dashboard Fortuner memiliki tata letak dan bentuk yang nyaris serupa dengan milik Kijang Innova. Desain yang tegak serta bagian atas dashboard yang rata menjadi ciri khasnya saat ini. Balutan warna gelap, dipilih untuk menghasilkan kesan premium. Yang cukup cerdas dilakukan Toyota adalah tidak digunakannya panel serupa kayu pada dashboardnya, namun mereka memilih menempelkan bantalan empuk berlapis kulit pada panel aluminium di konsol tengah. Tak hanya unik, kehadiran detail jahitan semakin mempertegas kemewahannya.
10
Di dashboard tersedia tak hanya glove box, namun juga terdapat laci pendingin di bagian atas. Sementara di konsol tengah, head unit dengan layar sentuh 8 inci menawarkan berbagai keunggulan konektivitas, mulai USB, Bluetooth, HDMI hingga mirroring. Toyota juga memberikan sistem navigasi pada head unit Fortuner.
Di bagian tengah, Anda dapat menemukan panel kayu, untungnya, warna coklat tua yang mendekati dengan warna pelapis tempat duduknya membuat kesan mewahnya tak ternodai. Tuas transmisi model tangga juga menjadi ciri khas produk Toyota. Berbeda dengan Pajero Sport yang telah menggunakan electronic parking brake, Fortuner masin menggunakan tuas rem parkir konvensional.
Keunggulan lain yang diberikan kabin Toyota adalah adanya fitur bubble head lining, yang memberikan ruang ekstra untuk kepala. Seperti juga lawannya, perubahan dimensi yang semakin besar menjadikan ruang kaki baris kedua terasa lebih lapang. Posisi duduknya nyaman berkat lantai yang juga tidak terlalu rendah. Sayangnya, tak ada godaan sunroof pada Fortuner meski pada varian termewahnya. Sebagai gantinya, Toyota menempelkan sistem hiburan untuk penumpang belakang berupa layar monitor 12 inci yang dapat memutar film melalui head unit.
Untuk mengakses baris ketiga, kini cukup dengan mengungkit satu tuas, yang disebut one touch tumble. Di sini, Toyota tampaknya memberikan perlakuan yang sama bagi penumpang paling belakang yang dapat merasa tenggelam akibat head rest bangku baris kedua yang besar. Ruang kaki baris ketiga juga tak dapat dikatakan lapang untuk orang dewasa, namun masih memberikan kenyamanan bagi anak-anak. Proses pelipatan bangku baris ketiga, serupa dengan Kijang Innova, kini lebih ringan dan mudah dalam proses pelipatannya.
Performa Mumpuni Melihat angka-angka di lembar spesifikasi, Fortuner harus mengakui keunggulan Pajero Sport. Dengan mesin diesel baru 2,4 liter plus VNT dan intercooler, Fortuner “hanya” menawarkan tenaga puncak 149,6 ps dengan torsi 400 Nm. Sangat jauh jika dibandingkan lawannya yang mencapai 181 ps dan torsi 430 Nm. Belum lagi penggunaan transmisi otomatis 6-speed, meski merupakan sebuah lompatan dari generasi sebelumnya yang hanya 4-speed, rivalnya telah menggunakan transmisi otomatis 8-speed.
Fortuner Engine
Namun hal ini sebenarnya tak perlu dikhawatirkan oleh Toyota. Terbukti saat kami coba, Fortuner masih tetap dapat menyuguhkan agresifitas yang diinginkan, paling tidak dalam lahan uji yang terbatas saat ini. Tersedianya mode pengendaraan Eco dan Power memberi keleluasaan bagi konsumen untuk memilih cara berkendaranya. Pada mode Power, akselerasi yang dihasilkannya terasa lebih spontan, dan panjang karena proses perpindahan transmisi dilakukan di putaran mesin lebih tinggi. Apalagi kini Fortuner telah memiliki paddle shift, sehingga lebih mengasyikan dalam berkendara.
Pengendaraan dan Pengendalian Duduk di balik kemudi Fortuner, visibilitas yang diberikan cukup lapang. Apalagi dengan ground clearence tinggi, mampu memberikan kesan superior di tengah lalu lintas perkotaan. Putaran roda kemudinya cukup ringan, paling tidak lebih baik dibandingkan putaran setir Kijang Innova. Saat bermanuver di kecepatan rendah kemudinya cukup presisi. Genggaman setir yang nyaman juga memberi kontribusi menyenangkan saat berkendara.
FD_Fortuner6
Pada generasi sebelumnya, Fortuner memberikan peredaman suspensi yang seimbang jika dibandingkan dengan dua rivalnya, yaitu Pajero Sport dan Isuzu mu-X. Namun kini dengan peningkatan kemampuan suspensi Pajero Sport, Fortuner terasa lebih keras saat menghadapi beberapa hambatan buatan di area test drive. Sayangnya, lokasi pengujian yang terbatas menjadikan pengujian pengendaraan tidak optimal. Salah satu hal yang cukup signifikan perubahannya adalah peredaman kabin yang semakin senyap.
Fitur Keselamatan Jaminan keselamatan pada varian yang kami gunakan ini memang terbatas, tak seperti pada varian tertingginya yang berpenggerak 4x4. Pada Fortuner VZR 4x2 ini, sistem remnya telah menggunakan ABS dengan bantuan EBD, namun belum mengadaptasi Brake Assist. Soal sistem pengereman ini, masih digunakannya rem tromol di roda belakang cukup mengejutkan. Karena dengan bertambahnya tenaga dan bobot, penggunaan rem cakram dipastikan akan lebih baik. Namun menurut pihak Toyota, penggunaan rem tromol di belakang sudah lebih dari cukup untuk memberi jaminan keselamatan bagi Fortuner baru. Fitur keselamatan lain yang juga menarik adalah tersedianya knee airbag di seluruh varian Fortuner 2016.
Pendapat Kami Pertarungan di kelas ini memang sangat ketat, nyaris dalam waktu yang bersamaan, ada tiga petarung kuat yang sama-sama merevisi dan menyempurnakan modelnya untuk bertarung di kelas ini. Selain Fortuner dan Pajero Sport, masih ada Ford Everest yang juga memiliki generasi terbarunya. Bahkan fitur yang ditawarkan tak kalah komplit, dengan keunggulan utama dalam hal kemampuannya di medan off-road.
Namun hal ini tampaknya tak perlu dikhawatirkan oleh Toyota. Dari sisi teknis, penyempurnaan pada generasi kedua Fortuner sudah lebih dari cukup untuk memuaskan konsumennya. Perubahan desain yang aman, menjadikan mobil ini mudah untuk dicintai. Namun kunci utamanya tetap ada pada citra merek Toyota yang diusung, serta jaminan layanan purna jual yang terkuat di kelasnya. Apalagi dengan lonjakan harga yang tidak terlalu signifikan – antara lain berkat telah dirakitnya mobil ini di Indonesia – para rivalnya memang sudah sepatutnya waspada.

Lawan Mobilio-Avanza, Ini Fitur Jagoan MPV Murah Mitsubishi

Lawan Mobilio-Avanza, Ini Fitur Jagoan MPV Murah Mitsubishi

BeragamInfo1001, Jakarta - Pasar MPV murah bakal makin semarak. Betapa tidak, pemain di kelas ini makin ramai dan yang terbaru ada Mitsubishi.
Di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 pekan depan, selubung MPV murah Mitsubishi akan dibuka. Meski masih dalam bentuk konsep, lawan kuat Avanza-Mobilio ini akan diproduksi secara lokal dan dipasarkan mulai tahun depan.
Lantas, apa fitur yang dijagokan MPV murah Mitsubishi itu?


Pabrikan berlambang tiga berlian menyebut mobil anyarnya itu sebagai Small Crossover MPV, sehingga bukan hanya menghantam Avanza-Mobilio, mobil ini juga diposisikan untuk merusak dominasi Honda BR-V yang sebelumnya menggangu Toyota Rush dan Daihatsu Rush.
Melalui keterangan yang diterima Liputan6.com, MPV murah Mitsubishi yang akan diperkenalkan dalam bentuk konsep itu mengusung bodi yang lebar. Tujuannya jelas, jenama Jepang itu ingin membuat mobilnya punya akomodasi ruang yang menjanjikan.
Menyoal desain, MPV ini mengusung bahasa desain Dynamic Shield.
Imam Choeru Cahya Head of MMC Sales and Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor (KTB) mengamini bahwa MPV murahnya itu bakal mewarisi gen reli. Sehingga akan ada cita rasa SUV di mobil tiga baris tersebut.
"Taste SUV masih ada karena (gen) Mitsubishi," katanya.
Praktis, MPV murah itu tak cuma menjanjikan akomodasi tujuh penumpang tapi kemampuan jelajah berkat penerapan ground clearance yang tinggi.

Tampang

Sementara itu, bahasa desain Dynamic Shield yang sebelumnya telah diaplikasikan pada all new Pajero Sport.
Grill berbentuk X yang menyatu dengan lampu depan berdesain sipit jadi ciri khas. Sementara fog lamp dua susun berukuran besar turut memperkuat tampilan fascia.
Sebagai MPV yang mewarisi gen reli, mobil turut memiliki roof rail dan ban berprofil tebal.

Interior

Jok baris ketiga disebutkan dapat mengakomodasikan penumpang dengan baik. Ruangnya akan lapang sehingga memberi kenyamanan selama berkendara. Jok juga bisa diatur komposisinya sesuai kebutuhan. Kelegaan ruang dapat dilihat juga dari desain pilar D yang tidak terlalu pendek.
Desain konsol tengah dibuat bertingkat dengan pewarnaan yang kontras. Akan ada paduan warna hitam dan putih yang juga dipadukan dengan aksen silver di beberapa bagian.

Senin, 01 Agustus 2016

Fitur `Pembunuh` R25 dan Ninja 250 di Honda CBR250RR

Fitur `Pembunuh` R25 dan Ninja 250 di Honda CBR250RR

Foto: Liputan6.com
BeragamInfo1001.blogspot.co.id, Jakarta - PT Astra Honda Motor (AHM) akhirnya meramaikan pasar motor sport dua silinder 250 cc dengan memperkenalkan CBR250RR. Motor ini kini sudah bisa dipesan oleh konsumen secara online.

Pabrikan berlambang sayap mengepak ini bisa dibilang terlambat masuk di segmen yang sebelumnya dikuasai Kawasaki Ninja 250 dan Yamaha R25.


Atas dasar itu, Honda pun telah menyiapkan formulasi agar CBR250RR bisa mematahkan dominasi kompetitor. Berdasarkan informasi yang didapat Liputan6.com, motor sport seperempat liter ini ternyata punya fitur yang tak ada di Ninja 250 dan R25.
Berikut ada tiga fitur pembunuh Ninja 250 dan R25 yang ada di CBR250RR:
1. Suspensi depan up-side down
Honda pintar mencermati pasar. Ketika Ninja 250 dan R25 menggunakan suspensi teleskopik di depan, CBR250RR punya nilai plus dengan menganut suspensi up-side down.
2. Throthle-by-wire
Honda CBR250RR juga mengimplementasikan teknologi throttle-by-wire (TBW). Ini menandai CBR250RR sebagai yang pertama menggunakan fitur ini.
Sistem ini bekerja berkat Accelerator Position Sensor (APS) yang ada di sisi kiri gas. Di mana ia akan mendeteksi secara otomatis putaran tuas gas dan mengirimkan signal elektrik ke ECU. Sistem ini juga diaplikasikan di RC213V.
Sehingga, Honda pun menghadirkan fitur modus berkendara untuk melengkapi penggunaan sistem TBW. Ada tiga mode, Comfort, Sport, dan Sport +.
3. Dual knalpot
Fitur ini cukup menonjol pada CBR250RR. Ya, Honda mengaplikasikan dual knalpot dengan desain agresif.
Adapun, knalpot ini punya konfigurasi dua leher knalpot kemudian keluar pada satu pipa dan kemudian didistribusikan pada dua lubang silincer (2-1-2).

Minggu, 08 Mei 2016

Suzuki Siap Hadirkan Suzuki Satria F Injeksi Black Predator


Suzuki Siap Hadirkan Suzuki Satria F Injeksi Black Predator




Suzuki Siap Hadirkan Suzuki Satria F Injeksi Black Predator
Advertisement
DaniJr – Motor ayam jago milik Suzuki yakni Satria F150 Fi, memang menjadi salah satu motor yang cukup laris di pasaran. Selain karena mengusung desain yang sporty, motor ini juga memiliki performa yang tangguh di kelasnya. Jadi bukan hal yang mustahil motor ini diterima dengan baik oleh konsumen.
Untuk lebih memanjakan konsumen, Suzuki berencana menghadirkan versi hitam dari Suzuki Satria F injeksi ini yakni varian black predator. Warna hitam pada motor ini bukan hanya pada bagian body saja, namun semua bagian termasuk bagian blok mesin yang juga dilabur dengan warna hitam dan menggantikan warna emas yang ada pada varian biasa.
Selain itu, pada body Suzuki Satria F injeksi Black Predator ini juga terdapat emblem 3D tulisan “SATRIA” dan logo “S” pada bagian depan. Dengan desain warna ini, dipastikan tampilan motor ini akan semakin garang. Nampaknya Suzuki ingin mengulang kembali kesuksesan mereka ketika menghadirkan varian black predator di edisi Satria F Karbu sebelumnya.

Meski merupakan edisi spesial, namun Suzuki Satria F injeksi Black Predator ini masih mengusung mesin yang sama dengan varian lainnya yakni mesin 150cc DOHC dengan transmisi 6 percepatan berpendingin cairan. Dengan hadirnya varian Suzuki Satria F injeksi Black Predator ini, maka akan menambah pilihan warna ayam jago Suzuki ini. Namun yang perlu diperhatikan adalah harganya dipastikan sedikit lebih mahal dari versi biasa.